BERITA UMUM

Selasa, 03 Mei 2016

BAB I. KEANEKARAGAMAN HAYATI/MAKHLUK HIDUP



Keanekaragaman hayati (biodiversity)  merupakan totalitas variasi gen,  jenis dan ekosistem  yang  menunjukkan terdapatnya pelbagai variasi bentuk, penampakan, frekuensi, ukuran  dan sifat  lainnya pada tingkat yang berbeda-beda.                                      
                                                                     
Tingkat Keanekaragaman Hayati                                        
Keanekaragaman hayati  berkembang dari keanekaragaman pada berbagai tingkat yaitu  keaneka ragaman gen, keanekaragaman tingkat jenis/spesies dan keanekaragaman tingkat ekosistem.         
                                                                     
A. KEANEKARAGAMAN GENETIKA                     
                     
Genetika adalah ilmu yang mempelajari mengenai sifat kebakaan,yaitu sifat yang selalu diwariskan dari induk kepada keturunannya. Sedangkan gen diartikan sebagai bagian/unit terkecil yang membawa sifat. Gen itu sendiri terdapat di dalam kromosom, sedangkan kro-    
mosom berada di dalam inti sel. oleh karena itu di dalam sel yang hidup selalu terdapat gen sebagai pembawa ciri/sifat yang menurun. Setiap makhluk hidup  memiliki jumlah kromosom yang tertentu, misalnya kera 42 kromosom,  manusia 46 kromosom,  kuda 64 kromosom,    
bawang 16 kromosom, tembakau 48 kromosom dam amoeba 50 kromosom.     
Pada  tubuh manusia, setiap  sel tubuhnya pasti akan  terdapat 46 buah  kromosom.  Walaupun setiap manusia memiliki jumlah kromosom yang sama, namun tidak akan pernah  ada dua manusia yang memiliki ciri dan sifat  yang sama persis,  hal ini disebabkan susunan gen di dalam kromnosom setiap manusia selalu berbeda.  Perbedaan pada manusia ini disebut variasi. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa keanekaragaman gen dalam satu spesies dapat menimbulkan varietas-varietas yang dapat terbentuk secara alami maupun buatan.        
Keanekaragaman gen  yang  terjadi  secara alami  merupakan sumber plasma nutfah, yaitu kumpulan sifat-sifat alami yang  terdapat didalam individu,  digunakan  untuk mencari sifat-sifat unggul yang diharapkan bagi kehidupan manusia.                                   
                                                                     
B. KEANEKARAGAMAN JENIS                     
                        
Yang dimaksud  dengan jenis  adalah sekelompok makhluk hidup yang secara penampakan anatomi, morfologi dan fisiologis-nya sama. Untuk itu dapat disebutkan bahwa kelompok manusia adalah satu jenis makhluk hidup, kelompok hewan  ternak sapi, kelompok  tanaman    
padi, gerombolan gajah liar, kesemuanya merupakan contoh-contoh jenis makhluk hidup.                                                 
Keanekaragaman jenis, makhluk hidup yang ada di bumi ini mencakup sekitar 2 juta spesies, yang kesemuanya memiliki perbedaan anato­mi, morfologi, fisiologi maupun habitatnya.                          
Dengan jumlah  yang sedemikian besar,  tentu tidaklah mudah untuk dapat mempelajari semua makhluk hidup. Untuk itu disusunlah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan adanya persamaan dan perbedaan ciri dan sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup.                     

Jika dua  makhluk hidup memiliki banyak persamaan dalam ciri anatomi,morfologi dan fisiologinya, maka kedua makhluk hidup itu dapat dikatakan memiliki kekerabatan yang dekat, sedangkan yang memiliki banyak perbedaan, dikatakan kekerabatannya jauh.              
Dengan demikian sampailah pada upaya pengelompokkan / klasifikasi    
makhluk hidup, dimana makhluk hidup yang memiliki kekerabatan dekat dengan  sendirinya akan tergabung ke dalam satu kelompok, sedangkan yang kekerabatannya jauh akan membentuk kelompok mahkhluk hidup yang baru. Akhirnya upaya yang dilakukan bukanlah hanya pengelompokkan saja, tetapi juga memberi nama kepada setiap makhluk    
hidup yang telah  dikelompokkan. Untuk itu  disusunlah tingkatan-tingkatan kelompok yang dinamakan taxon.  Berawal  dari sini maka ilmu yang mempelajari tentang  pengelompokkan makhluk hidup dina­makan taxonomi, taxon berarti kelompok, dan nomos berarti hukum.     





C. KEANEKARAGAMAN EKOSISTEM                                      

Pengertian  ekosistem  mencakup  semua  mahkluk hidup yang ada di alam, sebagai faktor biotik, dan potensi yang ada di alam sebagai  faktor  abiotik,  yang kesemuanya  berinteraksi antara satu dengan yang lainnya membentuk suatu keterikatan yang saling membutuhkan.
Secara rinci dikatakan bahwa komponen biotik meliputi semua makhluk hidup baik sebagai produsen, konsumen maupun sebagai dekompo-ser, sedangkan  komponen  abiotik terdiri dari faktor fisik yaitu iklim, air, tanah, cahaya, suhu dan kelembaban;  dan faktor kimia yaitu tingkat keasaman, kandungan mineral dan salinitas.         
Setiap tempat  di permukaan bumi  memiliki  komponen abiotik yang tidak sama, hal ini menyebabkan perbedaan juga pada komponen biotiknya.  Akibatnya timbul  beraneka ragam ekosistem sesuai dengan keadaan komponen biotik dan abiotik.                             
Beberapa ekosistem yang ada di Indonesia antara lain Daerah pegunungan salju, bioma  hutan hujan tropis, hutan bakau, padang rumput, padang savana, dan hutan dataran rendah.                    
Keanekaragaman ekosistem sangat berpengaruh terhadap keanekaraga­man jenis. Stabilnya ekosistem suatu daerah dipengaruhi oleh beranekaragamnya jenis organisme yang berada pada daerah tersebut.  
                                                                 
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP                                        
Klasifikasi  adalah suatu cara yang  sistematis dalam mempelajari suatu obyek, dalam hal ini makhluk hidup, dengan cara memperhatikan persamaan dan perbedaan ciri dan sifat yang tampak. Secara umum klasifikasi  dapat  diartikan  sebagai  suatu  proses menggolong-golongkan sesuatu berdasarkan aturan tertentu. Ilmu yang mempelajari klasifikasi disebut taksonomi. Dalam klasifikasi diperlukan suatu metoda penamaan (nomen clatur) sehingga obyek studi dapat disederhanakan.                      

A. Tahapan Dalam Klasifikasi                         
           
1. Pencandraan sifat-sifat makhluk hidup                         
   meliputi proses  identifikasi makhluk hidup dengan cara mengamati ciri dan  sifat yang dimiliki  makhluk hidup  antara lain meliputi  keadaan anatomi, morfologi, fisiologi, tingkah laku,  dan kromosom.              
                                  
2. Pengelompokkan berdasarkan ciri yang diamati                  
   Setelah  identifkkasi ciri dan sifat, maka dilakukan pengelompokkan berdasarkan persamaan ciri dan sifat yang dimiliki.   

3. Pemberian nama                      
   Dilakukan setelah terbentuk tingkatan-tingkatan kelompok,dimana tahapan ini merupakan tahapan  yang paling menentukan dalam klasifikasi, sebab pemberian nama harus memenuhi aturan-aturan tertentu.                                                     
                                                                 

B. SISTEM KLASIFIKASI         
                                  
1. Klasifikasi Praktis                                            
   adalah sistem klasifikasi yang menggolongkan makhluk hidup berdasarkan asas manfaat bagi manusia sehari-hari, misalnya penggolongan tumbuhan beracun,tanaman sayuran,tanaman obat-obatan, tanaman pangan, dan sebagainya                                
                                                                 
2. Klasifikasi buatan                                            
   adalah klasifikasi yang didasarkan pada satu atau beberapa ciri morfologi yang mudah dilihat, yang tujuan utamanya hanyalah untuk mempermudah mengenal makluk hidup,contohnya penggolongan tumbuhan kedalam tiga kelompok besar yaitu semak, herba dan pohon.                                                        




3. Klasifikasi alam                                                  
   adalah  klasifikasi yang didasarkan pada hubungan  kekerabatan yang ditunjukkan oleh banyaknya persamaan-persamaan bentuk morfologi alami yang terlihat, misalnya pembagian tumbuhan menja­di tiga kelompok acotyledon, monocotyledone dan dicotyledone.     

4. Klasifikasi filogenetik                                           
   adalah klasifikasi yang didasarkan pada filogeni dengan mengikutsertakan teori evolusi. Klasifikasi ini menekankan hubungan kekerabatan nenek moyang takson yang satu dengan yang lainnya. Jadi selain sifat-sifat morfologi, anatomi, fisiologi dan sifat-sifat yang berkaitan lainnya, digunakan pertimbangan ketentuan mengenai primitif atau majunya takson ditinjau dari filogeni,  misalnya pembagian tumbuhan dari yang primitif ke  yang maju  di  mulai  dari  Schizophyta,  Thalllophyta,  Bryophyta, Pterydophyta dan Spermatophyta.                                   

KLASIFIKASI OLEH CAROLUS LINNAEUS                                    
Carolus  Linnaeus  berhasil membuat  sistem  klasifikasi  makhluk hidup dengan cara melihat banyak sedikitnya persamaan ciri dan sifat. Linnaeus menggolongkan makhluk hidup ke dalam urut-urutan kelompok yang disebut takson. Dua organisme yang paling banyak memiliki persamaan digolongkan dalam satu spesies. Spesies merupakan unit terkecil dalam klasifikasi Linnaeus. Untuk menyebut nama spesies, Linnaeus menggunakan sistem Binomial Nomen Clature yaitu sistem pemberian nama dengan menggunakan dua kata yang sah dan dibenarkan secara internasional.                   

Adapun aturan sistem nama ganda adalah sebagai berikut :             
-  Nama ilmiah makhluk hidup harus terdiri atas dua kata, dimana kata pertama diambil dari
   nama genus sedangkan kata kedua diambil dari nama spesies.                                         
-  Kata pertama penulisannya dimulai dengan huruf besar, sedangkan kata kedua menggunakan
   huruf kecil                                 
-  Kedua kata ditulis secara terpisah                                  
-  Dalam penulisan kedua kata harus dibedakan dengan tulisan lainnya, antara lain dicetak
    miring (pada buku cetak)  atau digaris bawahi.                                               

Klasifikasi Linnaeus mengalami kemajuan bsar, tetapi memiliki kekurangan antara lain : kesulitan pada saat identifikasi jenis,  pengelompokkan organisme yang kurang dikenal agak sulit dan kedudukan organisme dalam klasifikasi tidak stabil karena dapat berubah karena perkembangan ilmu pengetahuan.                        
                                                                     
Manfaat Klasifikasi                                                  
1. Mengenal jenis-jenis makhluk hidup dengan satu nama yang bersifat umum.                                                        
2. Mengetahui manfaat masing-masing jenis organisme bagi manusia     
3. Diketahui ketergantungan antara masing-masing organisme           
4. Diketahui kekerabatan antara sesama makhluk hidup.                
                                                                      
Urutan takson dalam Klasifikasi                                      
Untuk hewan :                                                          Untuk Tumbuhan : 
Kingdom        :                        Animalia                                 Kingdom         :           Plantae                           
Phylum           :                       Chordata                                Divisio            :           Spermatophyta                          
Sub Phylum    :           Vertebrata                              Class               :           Monocotyladone
Super Class     :           Tetrapoda                               Ordo               :           Glumiflorae / Poales
Class                :          Mammalia                              Familia            :           Graminae / Poaceae                          
Ordo                :          Primata                                   Genus              :           Oryza                     
Familia            :           Hominidae                             Spesies              :             Sativa
Genus              :           Homo                                             
Spesies             :          Sapiens                                       

Nama Ilmiah  :           Homo sapiens,Linn.                                                     Oryza sativa, Lynn.
Nama daerah :           Manusia modern                                                        Padi, pare, pari.


BEBERAPA ALTERNATIF SISTEM KLASIFIKASI                             
                                                                    
1. Sistem Dua Kingdom                                              
    Aristoteles Membagi makhluk hidup dalam dua kelompok besar, yaitu tumbuhan  dan hewan.  Tumbuhan adalah makhluk hidup yang dinding selnya keras, kaku, tersusun attas selulosa dan mampu melakukan fotosintesis.  Sedangkan  hewan adalah makhluk  hidup  yang  mampu berpindah tempat.                                               
                                                                    
2. Sistem Tiga Kingdom                                             
   Membagi  makhluk hidup dalam tiga kelompok besar,  berdasarkan cara memperoleh
   nutrisinya, yaitu :                             
   a. Plantae, yang dapat melakukan fotosintesis                   
   b. Fungi , yang bersifat saprofit/pengurai zat dan menyerapnya  
   c. Animalia fagotrof, yang menelan makanan organik dalam bentuk padat                                                 
                                                                    
3. Sistem Empat Kindom                                             
   Dikemukakan oleh Weisz tahun 1961
   Pembagian didasarkan pada struktur selnya.                      
   a. Monera, organisme Prokariota (inti sel tidak sempurna)               
   b. Protista, fungi, eukariota (inti sel sempurna)                         
   c. Metaphyta, eukariota                                 
   d. Metazoa, eukariota                                  

   Pendapat Weisz disempurnakan oleh Pimentel tahun 1983, yang membagi mahul hidup ke dalam empay kelompok yaitu :
a.      Monera
b.      Protista
c.       Plantae
d.      Animalia

                                                                   
4. Sistem Lima Kindom                                               
   Diperkenalkan oleh Robert H. Whittaker tahun 1969 dan Margulis tahun 1974, dengan
   didasarkan pada perkembangan tingkat  orga­nisme, struktur sel dan jenis nutrisinya.                       
   a. Monera, organisme prokariotik, bakteri dan ganggang biru hijau                                                        
   b. Protista , organisme eukariotik ber sel tunggal, protozoa dan ganggang                                                 
   c. Fungi, organisme eukariotik ber sel banyak, bersifat saprofit yaitu menguraikan zat dan
       menyerapnya.
   d. Plantae, organisme eukariotik bersel banyak dan mampu melakukan  fotosintesis, meliputi
       Bryophyta.  Pterydophyta dan Spermatophyta                                             
   e. Animalia, organisme eukariotik ber sel banyak dan  bersifat heterotrof, antara lain meliputi
       Porifera, Platyhelminthes, Hydrozoa, Nematoda, Rotifera, Annelida, Molluska, Arthropoda,
       Echinodermata dan Chordata.                               
                                                                   
5. Sistem Enam Kingdom                                             
   Merupakan  pengembangan dari sistem lima kingdom dengan  mema­sukkan virus, terdiri dari                                       
    a. Virus, organisme belum berbentuk sel, hanya terdiri atas protein dan asam nukleat.                                    
    b. Monera                                                              
    c. Protista           
    d. Fungi              
    e. Plantae                                            
    f. Animalia                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar